Minggu, 19 Desember 2010

Ada Kisah Perjuangan Mengubah Nasib di Musikal Laskar Pelangi


Belum menemukan event untuk anak-anak kita/ adik/ keponakan?
Pertunjukkan Musikal Laskar Pelangi (MLP) mungkin bisa menjadi pilihan. 
Melihat kisah Laskar Pelangi dalam nuansa teater musikal. 
MLP ini telah dimulai sejak Jumat (17/12/2010), dikemas lebih apik. Meski alur cerita tidak melenceng dari buku maupun filmnya. 

Pertunjukan drama musikal Laskar Pelangi (MLP) dibuka dengan kisah dari seorang putra daerah Balitong, Ikal.
Seperti awal kisah Laskar Pelangi di buku maupun film, Ikal dewasa hadir dan menceritakan tentang perjalanan hidupnya di daerah pelosok dan berjuang mendapatkan pendidikan yang layak.

Adegan kemudian berpindah ke gambaran kehidupan masyarakat Belitong yang hidup mengandalkan timah.
Kehidupan masyarakat Belitong yang sebagian besar adalah buruh pabrik, memiliki pandangan bahwa mereka tidak mungkin bisa hidup lebih baik dan selamanya akan menjadi buruh pabrik begitu juga anak-anak keturunan mereka.

Namun, perjuangan guru SD Muhammadiyah, Bu Muslimah membuat anak-anak didik mereka berani bermimpi untuk mendapatkan pendidikan yang layak untuk masa depan mereka.

Perjuangan Bu Muslimah membantu Laskar Pelangi yang terdiri dari 10 anak itu tergambarkan melalui tarian dan nyanyian di MLP.

Alur cerita MPL tidak banyak berbeda dari alur cerita yang ada di buku dan filmnya, meski tidak sama persis karena harus menyesuaikan dengan kebutuhan panggung dan waktu pertunjukan.

"Saya tidak mungkin memasukkan semua cerita yang ada di buku ke atas panggung karena bisa-bisa waktunya jadi 3 jam dan terlalu lama untuk anak-anak," ungkap Riri Riza, sutradara MLP.

Meski melakukan beberapa penyesuaian, MLP tetap membawa pesan yang sama dengan buku dan filmnya. Tetapi alur cerita dan latar belakang yang ada pada MLP lebih dititikberatkan pada kehidupan masyarakat Belitong.

Mira mengaku sengaja memilih kehidupan masyarakat Belitong sebagai latar belakang MLP karena ingin memperlihatkan bahwa masih banyak masyarakat di Indonesia yang butuh pendidikan layak.

Pandangan masyarakat Belitong yang hanya bisa menjadi buruh pabrik juga diangkat sebagai isu dari MLP ini.

Namun di akhir pertunjukan, pandangan itu pun bisa ditepis berkat perjuangan anak-anak Laskar Pelangi. Kesuksesan anak didik Bu Muslimah membawa motivasi penduduk Belitong bahwa mereka pun bisa mengubah nasib.

MLP yang digarap oleh tangan-tangan dingin seperti Mira Lesmana, Riri Riza, Erwin Gutawa, Jay Subiakto, memperlihatkan kemampuan terbaik mereka.

Permainan cahaya dan teknologi pada layar yang menjadi latar panggung membuat pertunjukkan MLP sempurna. Penonton seolah menyaksikan film dan bukan pertunjukan panggung.

Pertunjukkan MLP akan digelar mulai 17 Desember hingga 9 Januari 2010. Show digelar setiap hari mulai hari Selasa sampai Minggu.

Pada hari Sabtu dan Minggu, pertunjukan dilakukan dua kali sejak pukul 14.00. Tiket di malam pertama pun ludes terjual. Tiket MLP dijual mulai dari harga Rp. 100.000 untuk kelas 3 dan kelas VVIP dijual sebesar Rp 750.000. Penasaran?


(tribunnews)

----> Terbukti, mencari Rupiah Halal disini, sederhana dan logis


petunjuknya klik PANDUAN MENDAFTAR IDR-CLICKIT

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host