Minggu, 24 April 2011

Pulau Tidung > Berakit-rakit ke Hulu, Berenang ke Tepian (Tragedi Muara Angke)


Pulau tidung meninggalkan bekas yang tak lekang oleh waktu. Hamparan laut jernih dengan pantulan warna biru (kadang hijau) mampu menggoda jiwa. Bersama rekan-rekan Iqro Club Pondok Aren, kami bergerak menuju Muara Angke, tempat kapal kami bersandar untuk memulai perjalanan laut ke Pulau Tidung, di wilayah Kepulauan Seribu.

Sebelum berbicara Pulau Tidung, let’s talk about Muara Angke. Muara Angke merupakan pelabuhan kapal ikan di utara Jakarta. Tak heran, lokasinya becek, dan beroma kurang sedap ibarat kopi mixed, campuran bau ikan, selokan dan sampah. Lumayan menyiksa penciuman kami. So, we call it Muara Angke Tragedy!!! 

Namun, kebanyakan para pengujung Pulau Tidung mengambil Muara Angke untuk mencapai Pulau Tidung. Seperti kata pepatah, berakit-rakit ke hulu, berenang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

Kapal direncanakan berangkat pukul 07.00 pagi. Walhasil, membuat kami berangkat lebih awal dari kediaman di Bintaro. Setelah sholat malam (kita nginep bareng di masjid,-red), sekitar pukul 03.00 WIB (Waktu Indonesia Bintaro,hehe) kita berangkat menuju Pelabuhan Muara Angke. Singgah terlebih dahulu untuk sholat shubuh berjamaah di Masjid Besar dekat PLN Muara Angke. Refresh, sekaligus bermunajat semoga perjalanan kami lancar dan bisa menyegarkan jiwa dan pikiran. Aamiin.

Ternyata, Kapal kami baru bergerak meninggalkan Pelabuhan Muara Angke Pukul 07.30. Lumayan, menguji kesabaran karena harus menunggu sekitar 30 menit. Kita berkumpul di lantai atas kapal, supaya mendapatkan udara yang lebih banyak dan tidak pengap. Beberapa dari kami memberanikan diri untuk naik ke geladak kapal, untuk menikmati pemandangan laut sepanjang perjalanan menuju Tidung. Serasa di film titanic, euy,hehe.

Satu jam berlalu, dua jam pun telah dilewati, namun mimpi tuk menggapai Tidung belum juga tercapai (lebay.com). Kami semakin excited karena sepanjang perjalanan terlihat eksotis beberapa pulau dari kejauhan seperti Pulau Bidadari, Pulau Onrust, Pulau Untung Jawa dan beberapa Pulau lain yang belum saya ketahui namanya. Jadi teringat dengan momen 5 tahun lalu bersama Al Banna Crew, backpacking ke Pulau Bidadari. Unforgettable moments.  

Sekedar info, jumlah pulau (besar dan kecil) yang ada di wilayah Kepulauan Seribu berjumlah 110 pulau, terbagi atas Pulau Wisata, Konservasi, serta pemberdayaan masyarakat dan sejarah karena masing-masing mempunyai keunikan yang berbeda – beda. Interesting places, guys!!!

Yup, Alhamdulillah 2,5 jam telah berlalu dan kita sudah sampai di Pulau Tidung!!! Tepat pukul 10.00 WIB disambut dengan kesenian khas DKI Jakarta (sampe lupa, kalo Pulau Ini masih di bawah teritori Jakarta, hehe) menambah semangat kami untuk menjelajahi Pulau dengan luas 52 hektar ini. Apalagi tersedia welcome drink di gerbang masuk!! Semakin menambah kesegaran. Sebagai catatan penting: minuman segar ini gratis loh untuk semua pengunjung Pulau Tidung. Mantabs Coy!!

----to be continued----
nb: maaf belum sempet upload foto2nya (just wait in few days)


----> Terbukti, mencari Rupiah Halal disini, sederhana dan logis


petunjuknya klik PANDUAN MENDAFTAR IDR-CLICKIT

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host