Minggu, 04 Maret 2012

Review Film Negeri 5 Menara (N5M) > Apresiasi dan Masukan

Setelah penantian panjang, akhirnya kesampean juga melihat film terpanas tahun ini. Tepat sekali, kalo kita akan membicarakan Film ‘Negeri 5 Menara’. Sebuah kebanggaan bagi seorang penulis, ketika buku/novelnya diangkat ke layar lebar, sebut saja Kang Abik (Habiburrahman El Shirazy) dengan Ketika Cinta Bertasbih dan Ayat-ayat Cinta, Andrea Hirata dengan Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi, termasuk Mbak Asma Nadia dengan Emak Ingin Naek Haji. Tahun ini adalah tahunnya Kang Ahmad Fuadi dengan novel best seller Negeri 5 Menara.

Sabtu kemarin (3/3) saya dengan keluarga berhasil mendapatkan tiket tanpa perlu antre di Ciledug. Harapannya filmnya bisa sebagus dengan versi tulisannya. Here is my review:

Menarik memang ketika melihat film berbalut pendidikan apalagi kehidupan pondok pesantren yang jarang diekspos ke layar lebar. Alif, Raja, Said, Dul Majid, Atang dan Baso adalah santri baru dari sekian banyak penghuni di Pondok Madani. Banyak kejadian menarik yang mereka alami selama di Pondok, termasuk ketika berdiskusi, curhat dan bercengkrama di bawah menara masjid pondok. Sehingga, wajar banyak yang menyebut mereka dengan sebutan Shohibul Menara.

Let’s talk to the scene. Fragmen favorit versi saya adalah:
1. Ketika keenam shohibul menara telat saat mengambil lemari dan tertangkap senior mereka yang sedang piket sebagai provost. Apalagi posturnya sebelas dua belas dengan Mike Tyson. Mengerikan! Ekspresi pemain begitu natural saat dihukum untuk menjewer telinga teman disampingnya. Bersamaan dan sekeras mungkin. Yang kocak adalah bumbu celetukan Atang dan Said. Plus one on this.

2. Scene favorit kedua adalah  sejak persiapan Baso untuk mengikuti Lomba Pidato Bahasa Inggris se-Pondok Madani. Dengan aksen kocak dan unik dari lidah Gowa, Baso membuktikan dirinya pun bisa menjadi jawara meski dengan segala keterbatasan. Man Jadda Wa Jadda. Barangsiapa bersungguh-sungguh dia akan berhasil. Gelar juara dua pun disabet Baso dan tidak terlepas dari dukungan teman-temannya, Shohibul Menara.

3. Adegan mengharubiru bisa kita saksikan pada momen Perpisahan Baso yang harus melepaskan mimpinya untuk mondok lebih lama. Apa sebab? Karena tetangga datang jauh-jauh untuk menjemput Baso kembali ke Gowa kampung halamannya. Nenek tercinta sakit keras dan tak ada lagi sanak kerabat selain dirinya. Very dramatic! Alhamdulillah adegan ini begitu menyentuh namun sayang original score/ backsoundnya kurang dramatis.

4. Adegan favorit lainnya adalah ketika pementasan dari masing-masing angkatan. Mau tahu kelanjutannya? Kayaknya nggak rugi deh kalo kamu nonton film ‘Negeri 5 Menara’ ini.

Dari setiap karya pasti menuntut kesempurnaan. Untuk itu, saya ada beberapa masukan selama menonton film inspiratif ini.

1. Akting Kyai Rois yang diperankan Oom Ikang Fawzi terlihat kurang greget ya. Apalagi saat pidato penyambutan santri baru. Padahal kalo kita baca pidato di novelnya begitu bersemangat dan menggugah. Tapi, tetap salut dengan perjuangan Oom Ikang Fawzi memerankannya. Termasuk casting untuk Ustadz Salman (Donny Alamsyah) kayaknya kurang cocok ya. Atau Cuma perasaan saya saja.

2. Terkait cinematography, menurut saya masih belum banyak spot Pondok Madani yang belum dieksplorasi dengan baik. Termasuk original score dan original soundtrack yang minim, padahal sejatinya bisa menambah ruh setiap adegan sedih, lucu, semangat dan momen-momen unik lainnya.

Overall, film Negeri 5 Menara layak Anda tonton bersama keluarga, adik, keponakan atau bahkan adik-adik kelas kita yang masih duduk di bangku sekolah/kuliah.

Sekian review dari penonton amatiran. Semoga bermanfaat.

Iswandi Banna
Twitter iswbanna

3 komentar:

Said Rahman mengatakan...

Saya g bisa bandingin dg Novel coz sejak dr dibeli baru masuk antrian baca di atas lemari. Banyak banget buku yg musti dituntaskan

Secara keseluruhan saya berani kasih 4,5 * untuk film ini

Artikel Unik mengatakan...

Tunggu bajakaannya mas hehhe, karena di kota saya gak ada bioskop

iswbannna mengatakan...

@said: wah sayang banget, harus baca novelnya bro

@artikel: wah sayang banget kalo liat bajakannya

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host