Senin, 05 November 2012

Belajar dari Almarhumah Novi : Mahasiswi Pejuang Kebaikan

Malam ini saya terasa tertampar oleh kabar duka dua orang mujahidah yang menghadap Sang Khaliq ahad kemarin (4/11). Novilia Lutfiatul Khoiriyah (19) warga Bukit Jaya Pelalahan Riau dan juga Esti Nuha Ilmazaki (18) warga Jalan Cendana 19 A Bekasi menjadi korban kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya wisata Rempoah, Baturraden, Banyumas.

Kedua mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip) ini adalah penumpang bus PO Raharja yang mengangkut rombongan FULDFK (Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran seluruh Indonesia) sebuah forum yang menaungi Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran se-Indonesia yang sedang mengadakan Seminar Nasional.

Betapa pilu membayangkan sang pejuang kebaikan meregang nyawa di usia muda. Namun, lagi-lagi Alloh lebih sayang kepada mereka untuk meninggalkan dunia yang fana dan penuh tipu daya ini.

Satu pelajaran pertama, yang patut kita ambil adalah semangat juang mereka. Di tengah kesibukannya menimba ilmu di Fakultas Kedokteran Undip, mereka masih menyempatkan menghadiri seminar nasional membahas perkembangan dakwah kampus. Bukan sekedar mahasiswa biasa.

Pelajaran kedua adalah jernihnya pemikiran almarhumah Novi dapat dilihat dari tulisan-tulisan di blog pribadinya. Ya, termasuk tulisan tanggal 1 November lalu berjudul ‘Dosen Tak Bernyawa’ yang berhasil membuat hati dan kedua mata ini gerimis. Membaca tulisan ini betul-betul membuat saya ingin lebih dekat dengan Yang Maha Membolak-balikkan Hati. Terima kasih sahabat!

Mata ini tertahan lama saat membaca bagian tulisannya,
“Ya Allah, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut.” Seolah-olah menggambarkan kerinduan berjumpa dengan Yang Maha Kuasa.

Pelajaran ketiga, kejadian pilu ini menyadarkan diri akan kesiapan menghadap Sang Khaliq. Pertanyaan singkat: Siapkah Menghadapi Kematian yang Datang Tiba-tiba? Jawabannya sederhana, lakukan kebaikan setiap detiknya, niscaya engkau akan dipanggilnya dalam keadaan khusnul khotimah. Semoga!

Selamat jalan Sahabat, Semoga Alloh melapangkan kuburmu dan menerima setiap amal baikmu. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.

Best Regards
Iswandi Banna
twitter iswbanna



2 komentar:

biografi tokoh mengatakan...

sesama mahasiswa, sy turut ebrduka :(

btw kang iswandi, sekedar saran kl nulis di blogger lebih bijak kalo tidak copas dari word ya... formattingnya keliatan dari homepage :)

iswbanna mengatakan...

@biografi: turut berbela sungkawa... iya terima kasih masukannya, amat berarti

btw blog biografi bagusss

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host