Jumat, 03 Mei 2013

Di Masjid Jogokariyan bisa Menang Umroh, di Masjid Jakarta Menang-gung Malu

Cerita tentang masjid memang tak pernah ada matinya. Tentang historisnya, kisah heroik para sahabat yang dibesarkan di masjid, kegiatan syiar, hingga kisah konyol saat berada di dalamnya.

Kisah unik pertama dari Masjid Jogokariyan, Jogjakarta,  yang pernah mengadakan lomba shalat jamaah berhadiah umrah. Tidak tanggung-tanggung, panitia menyediakan empat paket umrah. Program itu dimulai sejak  25 November 2012 lalu. Jelas sekali, bahwa program ini bertujuan untuk menarik simpati masyarakat agar semangat  shalat berjamaah di masjid.

Satu lagi kisah unik, konyol tepatnya datang dari masjid di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Ini adalah pengalaman salah satu teman, sebut aja Rian, bukan nama sebenarnya. Mabit (bermalam) di masjid sudah menjadi hobinya sejak SMA. Termasuk saat mabit beberapa hari lalu. Begitu terbangun, Rian mendengar sayup-sayup suara dzikir dari kejauhan. Reflek, ia bangkit menuju ruang azan, mengaktifkan sound, mencengkeram gagang mic dan mengumandangkan adzan shubuh nan syahdu. Lega rasanya Rian bisa berkontribusi dalam kebaikan meski hanya dengan menyumbangkan suara tuk  adzan.

Tetapi sesat menjalar perasaan aneh. Ehm, kira-kira apa ya? Ya, setelah adzan, mata Rian segera menerawang menuju jam dinding di ujung tembok masjid. Ampunnn! ternyata jarum pendek jam baru parkir di angka 3. Seolah tersenyum geli, jam dinding berkata pada dirinya "Ini baru jam baru 3 dini hari, Sob!" Perasaan malu, cemas bercampur aduk dengan jiwa yang memang masih setengah sadar.

Best Regards
Iswandi Banna
twitter iswbanna

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host