Rabu, 14 Mei 2014

Oleh-oleh dari Suriah

Ustadz Ferry Nur (Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina) membawa 'oleh-oleh' dari Suriah. Beliau menceritakan perjalanan beliau beberapa hari lalu ketika menyampaikan bantuan kemanusiaan ke Suriah.

Kata Ustadz Ferry Nur:
"Ketika pergi ke daerah konflik, misalnya untuk menyalurkan bantuan, kita harus dibekali dengan fiqhud da'wah. Kita pun harus tau bagaimana adat istiadat, tradisi, atau kebiasaan masyarakat setempat."

Ustadz Ferry Nur menambahkan:
"Gadis-gadis dan para muslimah Suriah tidak suka dan tidak mau difoto. Hanya anak-anak mereka -yang belum baligh- saja yang diizinkan berfoto. Itu sudah menjadi kebiasaan hidup mereka. Jika ada seorang laki-laki memandangi wanita (muslimah) Suriah, maka wanita tersebut pasti segera pulang untuk mengadu kepada orang tua atau keluarganya bahwa ada laki-laki yang menggodanya. (Hal itu menunjukkan betapa mereka begitu kuat menjaga keimanannya). Orang-orang Suriah itu kulitnya halus-halus, putih-putih, lembut-lembut.

"Kebiasaan saya adalah mengucapkan salam kepada orang yang saya jumpai.Suatu kali saya melewati kaum muslimin dan muslimah Suriah. Saya pun mengucapkan salam kepada mereka. Pemandu saya, seorang warga asli Suriah, bergegas mengingatkan saya. Dia bilang, kalau mengucapkan salam ke sesama laki-laki saja, jangan kepada yang perempuan.

"Pernah pula kejadian, seorang laki-laki merokok. Orang yang melihatnya langsung mengambil rokoknya, lalu memukulnya. Setelah itu rokok dikembalikan kepada pemiliknya, dan yang tadi memukul menasehatinya bahwa rokok itu haram. Bagaimana kalau di negeri kita, Indonesia, coba?

"Di Suriah, saya pun sering melihat dengan mata kepala sendiri, mujahidin kencing sambil berdiri dan tidak bercebok. Diantara pemudanya ada yang tatoan. Mereka adalah korban pendidikan yang tidak layak dari rezim penguasa. Kita yang tau ilmunya kan tidak mungkin serta merta langsung mengusir mereka dari medan perjuangan ini.

"Selama di Suriah, dentuman bom terjadi di sana-sini. Pesawat-pesawat tempur militer berlalu-lalang setiap saat dan tank-tank militer berpatroli di setiap titik. Di tengah kondisi yang mencekam tersebut, anak-anak dan para pemuda Suriah tak henti-hentinya menyibukkan diri dengan belajar Al Quran dan menghafalnya, tanpa sedikitpun merasa takut dengan bom-bom yang sehari bisa mencapai 50 kali dijatuhkan.

Ada cerita menarik: salah seorang rekan saya dari Solo, mengatakan kepada anak-anak Suriah, "Siapa yang hafal Surat Ar Rahman saya kasih hadiah (dalam jumlah besar)." Rekan saya mengira paling hanya sedikit yang hafal. Nggak taunya, semua anak Suriah mengangkat tangan, semua hafal Surat Ar Rahman. Alhamdulillah semua pun diberi hadiah."

Disampaikan oleh Ustadz Ferry Nur dalam Kajian Selasa Siang
Masjid Baitut Taqwa DJBC, 13 Mei 2014

#Syukron Bro Shidiq Gandhi resensinya maknyoss

Best Regards

Iswandi Banna
twitter iswbanna

1 komentar:

Dihas Enrico mengatakan...

Suriah....
negeri dengan segala macam bencana kemiliteran....
sebenarnya apa yg terjadi disana...??

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host